
Belajar Entertainment Marketing dari Iklan Pepsodent
Selain Marjan dan Ultra Milk, kali ini FULLSTOP Branding Indonesia tertarik untuk bahas iklan Pepsodent di Ramadan tahun ini. Menggaet Raditya Dika dan Annisa Azizah (istrinya), Pepsodent mengemas iklan kali ini dengan cukup menarik. Melalui tagline “Mulut Adem, Gak Bau Asem”, Pepsodent berhasil menyampaikan ‘message’ terselipnya dengan pain point yang tepat.
Source: Official YouTube Channel Pepsodent
Menurut FULLSTOP Branding Agency Indonesia, Pepsodent juga menggunakan metode Entertainment Marketing pada iklan berdurasi sekitar 3 menit berikut. Melansir dari Dash Social, entertainment marketing merupakan strategi pemasaran melalui hiburan. Sudut pandang FULLSTOP Creative Agency Indonesia memandang bahwa unsur hiburan sebenarnya cukup luas saat diaplikasikan menjadi sebuah iklan.
Terdiri dari narasi, penokohan, judul, tagline, hingga pembagian scene, iklan Pepsodent kali ini menurut pandangan FULLSTOP Branding Indonesia cukup lengkap memperhatikan keseluruhan unsur dari cerita yang diangkat menjadi sebuah iklan menarik.
Memberi kesan menghibur, dan sekilas seolah menonton konten Raditya Dika as a comedian, apa aja sih unsur hiburan yang bisa teman-teman pelajari dari Entertainment Marketing pada iklan Pepsodent?
Sini-sini belajar bareng FULLSTOP Branding Indonesia yuk!
Story-Selling dari Keseharian Selama Ramadan
Menyuguhkan cerita saat Raditya Dika dan istri sedang beli takjil menunjukkan bahwa Pepsodent tidak perlu memakai latar atau setting cerita yang rumit. Cukup dengan memberi contoh aktivitas sederhana, menurut FULLSTOP Branding Agency Surabaya Pepsodent berhasil memberikan intro yang epic.
Dialog yang disampaikan juga dengan mudah dapat menuntun audience untuk memiliki attention span panjang pada iklan berikut. Memunculkan masalah di depan konten juga merupakan bentuk dari pengaplikasian entertainment marketing untuk menarik perhatian audience.
Pelajaran pentingnya menurut FULLSTOP Branding Indonesia yang penting pada poin ini ada pada tingkat relevansi teman-teman UMKM dan family business Indonesia memilih tema cerita yang akan diangkat. Sepengalaman FULLSTOP Branding Agency Indonesia sejak tahun 2012 menangani +50 client, untuk menentukan tema seperti ini memang tidak perlu mengolah cerita yang terlalu imajinatif. Tapi simple-nya cukup berangkat dari keseharian audience saja.
Diperkuat Personal Branding Raditya Dika as Comedian
Memilih metode pemasaran untuk kemudian menjadi referensi dalam memilih bintang iklan, memang cukup memberikan after-effect yang kuat. Sama halnya saat Tim Adson FULLSTOP Creative Agency Indonesia membantu client dalam memilih KOL yang tepat untuk boost campaign.
Keduanya memiliki peran yang sama, dalam medium branding dan marketing yang berbeda. Memilih seseorang untuk mewakili brand voice tentu perlu research mendalam. Apakah selebriti pun KOL tersebut dapat sounding ‘message’ kalian dengan tepat? Apalagi Pepsodent merupakan brand pasta gigi legend yang tentunya membutuhkan media marketing dengan jangkauan audience cukup besar.
Menurut FULLSTOP Branding Indonesia Raditya Dika tidak hanya dapat mewakili brand voice, tapi juga dapat mendukung implementasi Entertainment Marketing pada metode iklan Pepsodent.
Jadikan Pain Point “Hook” yang Bikin Betah Ditonton
Selain tema cerita dan penokohan, pain point tentu juga perlu disertakan pada sebuah iklan. Maka cara Pepsodent menyampaikan pain point telah ada sejak di awal konten diputar. Mempermasalahkan soal huruf “H” dengan headline ‘Ramadan Tanpa “H”’ menjadi bukti bahwa brand strategist serta digital marketing Pepsodent cukup cerdas untuk mengemas keseluruhan iklan seolah menjadi packaging yang super lengkap.
Dimulai dari tagline, judul iklan untuk social media, sampai isi cerita benar-benar menghibur tanpa menghilangkan fungsi dari brand itu sendiri.
Apakah Semua Brand Bisa Menggunakan Entertainment Marketing?
Jawabannya TENTU BISA ya, teman-teman.
Sifat “menghibur” yang cukup luas untuk diaplikasikan tentu dapat dikreasikan menjadi iklan ataupun konten yang menarik.
Tinggal bagaimana kalian mengemasnya tanpa mengabaikan brand voice, USP, serta goals atau message yang ingin disampaikan di dalamnya.
Kira-kira iklan Ramadan apalagi ya yang akan FULLSTOP Branding Indonesia bedah?