Image of Work Smarter, Not Harder

Work Smarter, Not Harder

“Waduh, sori nih. Hari ini aku kudu lembur.”

Apa yang Anda pikirkan saat tahu salah satu rekan kerja Anda terpaksa harus lembur semalaman? Mengira kalau dia seorang pekerja keras? Takjub karena dia loyal dan berdedikasi tinggi? Atau diam-diam merasa kasihan melihatnya harus memforsir tenaga?

Pemikiran yang ketiga mungkin yang paling realistis, sebab faktanya bekerja dengan penambahan jam ekstra ternyata tidak baik, lho. Semua orang bisa bekerja keras, karena yang dibutuhkan adalah tenaga dan ketahanan. Akan tetapi, tidak semua orang bisa bekerja pintar, karena untuk yang satu ini Anda perlu belajar mengatur strategi demi efisiensi waktu dan tenaga.

Bagi orang-orang yang memang intuitif, bekerja pintar bukan jadi masalah. Mereka bisa dengan mudah membuat rencana (planning), menentukan skala prioritas, dan fokus pada satu hal alih-alih melakukan banyak hal (multitasking). Eits, tapi bukan berarti Anda tidak bisa mempelajari bagaimana caranya bekerja dengan pintar, loh. Sebagai branding agency yang sudah lebih dari 7 tahun menangani banyak client, FULLSTOP Indonesia memiliki ‘formula’ tersendiri untuk mengelola pekerjaan seefektif dan seefisien mungkin. Beberapa poin yang akan kami bahas berikut ini mungkin bisa menjadi insights baru bagi para FULLSTOPPERS semua.

1. Pikirkan apa yang harus dilakukan besok

Buat kebiasaan untuk memikirkan apa yang harus Anda kerjakan besok. Anda bisa melakukannya pada malam hari sebelum tidur. Orang-orang jaman sekarang, khususnya kaum milenial, sering kepergok mengeluh di pagi hari:

“Duh, udah Senin aja lagi #MONsterDAY.”

“Belum siap berangkat kerja nih, masih pengen rebahan di atas kasur.

Sebenarnya, tanpa disadari, pemikiran seperti itu menandakan bahwa Anda belum siap untuk bekerja. Solusinya? Buat rencana untuk bekerja besok. Dengan meluangkan waktu 10-20 menit melakukan brainstorming soal apa saja agenda kerja yang harus dilakukan besok, Anda sudah selangkah lebih awal dalam bekerja pintar. Saat bangun keesokan harinya, Anda sudah tahu apa yang harus dikerjakan sehingga Anda tidak perlu menggerundel karena merasa belum memulai kerja.

2. Kerjakan yang lebih penting, bukan yang lebih gampang

Di dunia branding Indonesia, ada banyak update yang harus dilakukan setiap hari karena segala sesuatunya akan terus berubah dengan cepat. Pekerjaan Anda pun juga begitu. Setiap hari akan selalu ada pekerjaan baru yang menanti setelah pekerjaan yang lama sudah selesai. Bisa-bisa kalau kerjaan yang banyak itu tidak disortir sesuai dengan skala prioritas, Anda sendiri yang berakhir kelabakan.

Memang, kadang kita cenderung menghindari pekerjaan yang rumit dan memilih pekerjaan-pekerjaan kecil yang lebih mudah. Namun, apa jadinya kalau pekerjaan yang rumit ini tadi sebenarnya malah yang paling mendesak? Kemampuan memilih mana pekerjaan yang mendesak dan mana yang bisa dikesampingkan dahulu sangatlah penting. Jika Anda sudah tahu apa yang harus diprioritaskan, Anda bisa berfokus untuk menyelesaikan satu hal tersebut. Ini nantinya juga akan menghindari kemungkinan Anda terdistraksi karena banyak melakukan pekerjaan dalam satu waktu (multitasking).

3. Berpikir seperti orang malas

Apa yang orang malas lakukan untuk menyelesaikan pekerjaannya? Dia akan mengambil cara tergampang dan tercepat karena dia pemalas. Nah, Anda bisa mengadopsi jalan pikiran mereka untuk dapat menghasilkan pekerjaan yang efektif dan efisien.

Hukum Parkinson mengatakan bahwa, “If your wait until the last minute, it only takes a minute to do.

Coba diingat-ingat lagi. Anda pernah mendapatkan tugas dengan deadline satu minggu? Apa yang saat itu Anda lakukan? Bersantai selama 6 hari dan baru menyelesaikannya 1 hari terakhir? Sepintas tidak ada yang salah dengan kebiasaan seperti itu. Ada sebuah celetukan yang sering dijadikan bahan bercandaan: “Lebih gampang mikir kalau lagi kepepet.” Betul sekali. Jadi, kalau memang begitu, mengapa Anda tidak membuat deadline yang singkat saja? Anda tidak perlu membuat dealine selama seminggu jika tahu Anda bisa menyelesaikannya dalam sehari.

Membuat deadline yang pas dan merencanakan meeting tim yang lebih awal adalah kiat untuk mencegah Anda membuang banyak waktu. 

Nah, bagaimana FULLSTOPPERS? Bekerja pintar sangatlah diperlukan. Tidak terbatas hanya bagi penyedia jasa branding di Indonesia, tetapi berlaku juga bagi brand owner, penggiat bisnis, atau bahkan untuk Anda pribadi. Dunia berjalan semakin cepat, begitu pun Anda juga dituntut untuk selalu cepat. Stop working harder, start working smarter!