Image of Why Done is Better than Perfect

Why Done is Better than Perfect

Dua tahun yang lalu, ketika FULLSTOP baru saja berdiri, saya memasang selembar poster berukuran 2x1 meter di dinding kantor kecil saya. Di poster itu, tertulis kalimat yang sampai sekarang menjadi pegangan saya:

DONE IS BETTER THAN PERFECT.

But perfectly done is always the best.

(Lebih baik selesai daripada sempurna. Tapi selesai dengan sempurna selalu yang terbaik.)

Selama saya menempati kantor itu, banyak tamu yang menanyakan maksud kalimat unik ini. Bukankah saya, sebagai seorang desainer, seharusnya berjuang untuk memberikan semua yang perfect buat klien saya?

Jawaban saya untuk pertanyaan itu selalu sama: yang saya berikan bukan karya yang sempurna, tapi karya saya yang terbaik.

Buat sebagian orang (dan mungkin buat Anda juga), respon ini mungkin terdengar aneh. But let’s think about it for a moment. Apa sih sebenarnya kesempurnaan itu?

Well, buat saya kesempurnaan itu cuma ilusi. Dia tidak nyata. Yang orang dapati saat mengejar kesempurnaan cuma idealisme yang justru menghambat produktifitas. Berapa banyak waktu yang pernah Anda buang percuma untuk meributkan detail-detail yang sebenarnya tidak penting hanya untuk mendapatkan “kesempurnaan”?

Banyak teman desainer yang punya ide brilian, tapi tidak pernah menghasilkan karya apa-apa. Saat ditanya, alasannya lagi-lagi kembali ke kesempurnaan: “Waktunya tidak pas,” atau “Konsepnya masih kurang sempurna.”

You have to ship if you want to stay in business, if you want to survive. Saat Anda terlalu lama berkutik dengan kesempurnaan, kompetitor Anda punya kesempatan untuk menyalip Anda.

“Done is better than perfect” tidak berarti kita bekerja asal-asalan. Kita tetap memberikan yang terbaik yang kita bisa, tapi penting untuk mencapai titik selesai. Ingatlah bahwa kalau tidak ada hasil yang dievaluasi, kita juga tidak bisa belajar dari pengalaman dan bertambah pintar.

Kunci untuk maju adalah menuntaskan pekerjaan kita. Kalau kita menunggu waktu yang tepat atau kondisi yang sempurna, kita akan menunggu selamanya.

The world keeps on turning. Di akhir hari, orang yang sukses adalah mereka mampu mengubah rencana menjadi tindakan nyata