Image of The Secret to Starbucks’ Brand Success Part 2

The Secret to Starbucks’ Brand Success Part 2

Sebuah riset menarik menggunakan teknik neuroscience pada tahun 2013 di Jerman berhasil mengungkapkan bahwa customer Starbucks bahkan tidak keberatan untuk membayar lebih untuk secangkir kopi Starbucks apabila memang perusahaannya memutuskan untuk menaikkan harga atau membebankan biaya lain kepada mereka. Ini menarik, karena apa yang telah Starbucks lakukan terhadap brandnya telah mampu membuat customer mereka lebih dari sekadar loyal. Level popularitas yang dinikmati oleh customer kini mampu melampaui harga tinggi yang diberlakukan untuk setiap produknya.

Berikut beberapa komponen lain yang mendukung Starbucks menjadi brand besar hingga saat ini:

Product Quality

Kualitas produk dari Starbucks tak diragukan lagi adalah kualitas premium. Setiap biji kopi dipilih dari biji kopi terbaik yang diperlakukan dengan baik selama masa produksi. Di samping itu, Starbucks juga memiliki support center bagi para petani-petani biji kopi yang dapat digunakan untuk pelatihan, dan lain sebagainya.

Digital Presence

Starbucks menjaga penyesuaian mereka dengan era yang terus berkembang agar bisa selalu berinteraksi dengan customer mereka dengan baik. Starbucks mengelola website yang bisa digunakan bagi customer untuk memberikan masukan demi perkembangan perusahaan. Starbucks juga aktif di berbagai macam media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, Google+, Pinterest, hingga YouTube. Mereka juga mengembangkan metode pemasaran mereka dengan mobile marketing yaitu dengan Starbucks App untuk melakukan berbagai macam interaksi di sana.

Supporting Employee

Starbucks memperlakukan karyawannya sebagai partner dengan memberikan berbagai macam benefit. Seperti pada tahun 2014, Starbucks mengumumkan bahwa mereka akan menanggung biaya kuliah jarak jauh (online) di Arizona State University kepada para baristanya di US untuk terus menumbuhkan motivasi yang tinggi terhadap seluruh barista tersebut.

Advertising

Uniknya, dengan keberhasilan sebesar itu, Starbucks jarang melakukan iklan, baik itu di billboard, koran, majalah, poster, maupun televisi. Starbucks konsisten mengembangkan brandnya melalui teknik word-of-mouth dimana mereka membiarkan agar customernya sendiri yang berbicara soal kualitas dan memperkenalkannya ke jaringan relasi mereka.

Bagaimana? Bukankah strategi di balik kesuksesan brand Starbucks ini menginspirasi Anda, FULLSTOPPERS?