Image of Mengintip 5 Bisnis Keluarga Sukses dari Surabaya

Mengintip 5 Bisnis Keluarga Sukses dari Surabaya

Dalam perjalanan karir saya memulai sebuah brand agency, saya banyak bekerja dengan keluarga pengusaha. Awalnya sih kebetulan saja. Tetapi setelah menyaksikan langsung berbagai tantangan dalam menjalankan bisnis keluarga, saya jadi tertarik dan memutuskan untuk fokus ke branding for family business.

Beberapa teman sempat mempertanyakan keputusan saya: “Apa gak pusing ngurusin bisnis keluarga? Biasanya bisnis keluarga kan kolot dan majunya cuma segitu-gitu saja?”

Eits, jangan salah. Memang masih ada sejumlah bisnis keluarga yang tertutup, tapi banyak juga lho yang berpikiran maju dan dikelola secara profesional. Tidak percaya? Yuk, kita intip beberapa bisnis keluarga dari Surabaya yang hingga kini masih terus eksis.

Maspion Group

Kalau Anda pernah belanja perkakas rumah tangga, pasti Anda kenal dengan brand Maspion. Perusahaan ini terkenal akan dedikasinya untuk menghasilkan produk dalam negeri yang berkualitas dengan harga terjangkau.

Sebelum menjadi raksasa seperti sekarang, Maspion dulunya memproduksi lampu teplok kecil-kecilan. Perusahaan ini didirikan oleh Alim Husin dan Gunardi Go pada tahun 1962 dengan nama UD Logam Jawa. Pada tahun 1972, nama perusahaan berganti menjadi Maspion dan Alim Husin resmi menyerahkan tongkat kepemimpinan kepada anak-anaknya.

Di bawah pimpinan anak tertua, Alim Markus, Maspion terus berkembang. Jumlah karyawan Maspion saat ini mencapai 13.000 orang.

Kapal Api

Tahukah Anda kalau brand Kapal Api telah ada dari tahun 1927? Kopi asli Indonesia ini diproduksi oleh PT. Santos Jaya Abadi, yang bermula dari industri rumahan milik Go So Loet. Nama Kapal Api dipilih untuk mencerminkan temuan yang paling mutakhir di jaman itu.

Berkat pemikiran pendirinya yang terbuka, perusahaan terus berkembang. Modernisasi juga berlanjut setelah pimpinan perusahaan dipegang oleh ketiga anak Go So Loet, yaitu Indra Boediono, Soedomo Mergonoto, dan Singgih Gunawan. Saat ini, Kapal Api mendominasi penjualan kopi di Indonesia.

Wings Surya

Wings Group bermula dari industri rumahan yang didirikan oleh Johannes Ferdinand Katuari dan Harjo Sutanto pada tahun 1949. Awalnya, perusahaan ini memproduksi sabun colek dengan pasar yang terbatas di kawasan Surabaya saja.

Di bawah kendali anak sulung Johannes, Eddy William Katuari, perusahaan terus melebarkan sayap. Kini, Wings Group adalah pemain terbesar kedua di industri consumer goods di Indonesia.

Varia Doors

Varia Doors adalah pionir usaha pintu harmonika di Indonesia. Perusahaan ini didirikan oleh Dany Liyanto pada tahun 1962 setelah usaha bengkel las tempatnya bekerja bangkrut. Keuletan dan semangat untuk terus berinovasi mengantarkan perusahaan untuk terus berkembang.

Saat ini, Dany masih aktif sebagai CEO di Varia Doors. Perusahaannya tak hanya melayani permintaan pembeli dari seluruh dari Indonesia, tapi juga dari negara-negara tetangga.

Boncafe

Pecinta kuliner Surabaya pasti pernah berkunjung ke Boncafe. Resto bertema kolonial ini bermula dari rumah makan sederhana yang didirikan oleh Sugita dan Evelina Natadihardja pada tahun 1977.

Boncafe awalnya hanya menghidangkan aneka makanan tradisional Indonesia. Tetapi, Sugita melihat pesatnya budaya barat mempengaruhi kuliner Indonesia. Ia pun terinspirasi untuk menghidangkan steak yang diadaptasi agar sesuai dengan selera Indonsia. Resepnya sukses dan terus laris. Saat ini, Boncafe dikelola bersama dengan generasi ketiga.

FULLSTOPPERS, bagaimana dengan keluarga Anda? Apakah keluarga Anda mengelola bisnis sendiri? Kirimkan komentar Anda di halaman Facebook kami!