Image of Menggunakan Brand Story untuk Membangun Customer Loyalty

Menggunakan Brand Story untuk Membangun Customer Loyalty

Apakah hal yang pertama kali Anda lakukan saat baru berkenalan dengan seseorang? Saya pribadi suka melontarkan pertanyaan-pertanyaan kecil seperti pekerjaan, hobi, atau kampung halaman mereka. Walau terlihat sepele, proses tanya jawab ini membantu saya mengerti cerita mereka dan menjalin hubungan baru.

Cerita adalah media yang unik karena dapat menghubungkan manusia dan membuat hidup lebih menarik. Inilah yang membuat kita (baik sadar maupun tidak) selalu mencari cerita di setiap aspek kehidupan. Di sini, muncul kesempatan untuk melakukan brand storytelling, yaitu mengomunikasikan kisah brand Anda kepada customer.

Sayangnya, tidak semua brand mengerti kalau mereka punya cerita. Padahal, brand story bisa membedakan Anda dari kompetitor dan membantu Anda terhubung ke customer. Brand story yang baik menimbulkan emosi yang positif dan membangun customer loyalty.

Apa itu Brand Story?

Brand story Anda adalah intisari eksistensi brand Anda, mulai dari riwayat perusahaan, visi dan misi, target customer, inspirasi, dan alasan berdirinya perusahaan Anda. Brand story meliputi semua orang, ide, dan tempat yang berkontribusi terhadap munculnya perusahaan Anda.

Bagaimana Menemukan Brand Story Anda?

Bagaimana caranya menemukan brand story? Well, berikut adalah beberapa pertanyaan yang bisa membantu Anda:

1. Mengapa Anda mendirikan perusahaan Anda?

Sebelum Anda bisa merumuskan cerita Anda, Anda harus bisa mengutarakan dengan jelas alasan Anda berbisnis. Apa sih yang value terpenting buat Anda? Mengapa produk Anda berbeda dari kompetitor?

2. Seperti apa riwayat Anda?

Terlepas dari niche market Anda, customer ingin tahu asal mula perusahaan Anda. Siapakah pendirinya? Apakah ada peristiwa bersejarah di balik berdirinya perusahaan Anda?

Saya contohkan air mineral dalam kemasan Aqua. Pendiri Aqua, Tirto Utomo, dulunya adalah pegawai Pertamina. Beliau mendapat ide untuk memproduksi air mineral kemasan setelah rombongan tamu yang dijamunya mengalami diare karena meminum air yang tidak bersih. Walau orang-orang sempat pesimis, kini Aqua adalah merek air mineral paling terkenal di Indonesia.

3. Siapakah tokoh utama cerita Anda?

Setiap brand punya figur yang berperan penting, entah itu founder, investor, atau CEO generasi penerus yang menyelamatkan perusahaan di masa krisis. Misalnya, Martha Tilaar sebagai pendiri Martha Tilaar Group atau Anthony Salim dari Salim Group. Nah, siapa saja yang mengisi posisi figur-figur tersebut dalam brand Anda?

4. Apakah visi dan misi Anda?

Minggu lalu, saya sudah berbagi tentang pentingnya visi dan misi bagi brand. Nah, keduanya juga turut berperan dalam memformulasikan brand story Anda. Contohnya, brand story Apple dilandasi oleh visi mereka menciptakan teknologi yang fungsional sekaligus cantik, yang membuat customer merasa senang setiap kali mereka berinteraksi dengan produk Apple.

5. Apakah Anda pernah gagal?

Jangan takut akan kegagalan, karena dari kegagalan Anda bisa menciptakan kesuksesan. Kisah tentang kegagalan dan cara Anda bangkit kembali dapat menarik simpati customer dan membuat mereka merasa lebih dekat dengan Anda.

Ringkasan

Anda harus tahu siapa Anda sebelum Anda bisa memperkenalkan diri Anda ke orang lain. Brand yang tidak tahu core value mereka akan sulit membuat brand story yang mengena dan bermakna bagi customer.

FULLSTOPPERS, apakah brand story Anda? Yuk berbagi di halaman Facebook kami!