Image of Mengapa Anda Butuh Brand Vision

Mengapa Anda Butuh Brand Vision

Bulan lalu, sebuah momen penting tertoreh dalam sejarah Indonesia. Joko Widodo alias Jokowi akhirnya dilantik menjadi presiden ketujuh Indonesia setelah memenangi pemilu yang super ketat. Orang pun banyak yang heran, bagaimana bisa pengusaha mebel dengan asal-usul sederhana ini mengalahkan macan militer dengan network yang luas seperti Prabowo?

Jujur, saya bukan pengamat politik. Tapi sebagai seorang branding consultant, saya melihat bahwa Jokowi punya visi yang jelas: menjadikan Indonesia mandiri dan berlandaskan gotong royong. Visi inilah yang menjadi landasan kampanye Jokowi, yang konsisten ditampilkan dalam menciptakan brand image beliau.

Hasilnya? Well, saya rasa tak perlu ditanyakan lagi.

Anda tidak harus jadi penggemar Jokowi, tapi saya rasa kita semua bisa menarik pelajaran dari kampanye beliau. Salah satunya adalah pentingnya mempunyai visi.

Ada sebuah quote yang saya suka, yang disadur dari cerita anak-anak Alice in Wonderland. Bunyinya begini: “If you don’t know where you are going, any road will get you there.”

Begitu juga dengan perusahaan Anda. Kalau Anda sebagai owner tidak punya visi yang jelas untuk perusahaan Anda, well, mau branding seperti apapun percuma. Tanyakan kepada diri Anda, ingin jadi apa brand Anda dalam 5 atau 10 tahun lagi?

The Power of Why

Jadi, bagaimana cara menentukan visi perusahaan Anda? Caranya cukup sederhana. Cukup jawab saja pertanyaan ini: “Mengapa perusahaan Anda eksis?”

Simon Sinek, pengarang buku “The Power of Why” menyatakan bahwa brand yang paling sukses selalu mulai dengan visi yang jelas (why), baru kemudian membuat strategi (how) dan eksekusi (what) berdasarkan visi tersebut.

Contohnya, Apple. Brand teknologi ternama ini berdiri karena mereka selalu ingin “think different”, selalu ingin menantang status quo (why). Caranya (how) adalah dengan membuat produk yang didesain dengan bagus dan mudah digunakan.

Satu hal yang menarik untuk diperhatikan adalah bahwa customer sebenarnya tidak terlalu mementingkan “what”. Asal mereka percaya dengan “why” dan “how” Anda, mereka hampir pasti akan selalu mengikuti Anda ke mana saja. Lihat saja para loyalis Apple yang rela antre berjam-jam setiap Apple meluncurkan produk baru.

Visi Perusahaan dan Kinerja Karyawan

Visi yang dituliskan dengan baik ke dalam vision statement bisa berpengaruh terhadap kinerja karyawan Anda. Seperti yang saya jelaskan di tulisan minggu lalu mengenai internal branding, karyawan perlu tahu arah tumbuh perusahaan agar mereka tetap termotivasi untuk perform.

Bagi perusahaan jasa, di mana karyawan adalah bagian penting brand, adanya vision statement dapat membantu karyawan memahami lebih dalam nilai-nilai perusahaan. Sedangkan di perusahaan yang memproduksi barang, visi menjadi pedoman bagi semua pihak yang bertanggung jawab terhadap brand, entah itu bagian marketing, R&D, ataupun sales.

Kesimpulan

Adanya visi yang jelas membantu seluruh elemen perusahaan Anda fokus. Visi yang dituangkan ke dalam vision statement juga berperan sebagai blueprint brand Anda, sehingga branding activities bisa lebih konsisten dan efektif. Nah, bagaimana dengan Anda? Apakah perusahaan Anda sudah punya visi yang jelas?

FULLSTOPPERS, apakah visi perusahaan Anda? Menurut Anda, apakah visi ini membantu Anda dalam menjalankan perusahaan dan melakukan branding? Yuk, tinggalkan komentar Anda di halaman Facebook kami!