Image of Mencari Unique Selling Proposition Bisnis Anda

Mencari Unique Selling Proposition Bisnis Anda

Selama ini saya selalu menekankan betapa pentingnya bagi sebuah bisnis atau brand untuk punya unique value. Jangankan membeli produk Anda, mengingat brand Anda saja belum tentu customer mampu kalau Anda tidak punya ciri khas (atau “unique selling proposition” dalam istilah bisnis).

Sayangnya, masih banyak business owner yang kurang mengerti unique selling proposition (USP) mereka sendiri. Jika Anda menanyakan alasan untuk membeli produk mereka, maka jawabannya cenderung generik: “Karena produk kami lebih baik!”

Tapi mereka tidak bisa menjelaskan lebih baik dari segi apa. Nah lho, bagaimana caranya customer percaya?

Jadi, bagaimana caranya Anda menemukan USP Anda? Ada beberapa hal yang harus Anda ingat.

Anda Tidak Bisa Menyenangkan Semua Orang

Ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa Anda tidak mungkin bisa menyenangkan hati semua orang. Sama halnya dalam berbisnis. Idealnya, bisnis Anda eksis karena Anda ingin menyelesaikan sebuah masalah. Pertanyaannya adalah, masalah siapa yang ingin Anda tuntaskan?

Coba bayangkan wujud customer ideal Anda. Apa sih yang mereka inginkan? Masalah apa yang mereka hadapi? Faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan mereka untuk membeli sesuatu? Di mana Anda dapat menemukan mereka?

Penting sekali untuk mengetahui dengan jelas siapa prospek Anda. Kalau tidak, Anda juga tidak bisa menarik perhatian mereka.

Buang Asumsi Anda Tentang Keunikan

Pernahkah Anda memperhatikan kalau baterai Energizer bukanlah satu-satunya yang “keep going and going”? Duracell juga begitu. BMW juga bukan satu-satunya “driving machine”. Tapi mengapa positioning mereka begitu kuat?

Rahasianya satu: USP tidak harus selalu unik di mata Anda sebagai business owner. Sudah cukup jika USP Anda terlihat unik di mata customer ideal Anda.

USP juga tidak harus berupa fitur yang sama sekali baru. Tapi, USP bisa saja fitur atau keuntungan yang sebelumnya tidak pernah dipasarkan secara menarik untuk customer ideal Anda. Misalnya, hampir semua restoran cepat saji punya jasa delivery, tapi tidak ada yang pernah berani menjamin 30 menit pasti sampai seperti Pizza Hut Delivery.

Hindari Kompetisi Untuk Menjadi Yang Terbaik

Semua orang tentu ingin jadi “the best”, tapi saya cukup realistis. Jika Anda bermain di pasar yang ketat, banyak lawan Anda yang sudah terlanjur lebih baik atau bahkan mungkin yang terbaik.

Daripada Anda membuang waktu dan energi untuk memenangkan kompetisi dan menjadi yang “terbaik”, lebih baik Anda memfokuskan perhatian Anda untuk menjadi yang “berbeda” terlebih dulu.

Bayangkan jika Anda menjadi pemilik restoran di kota yang padat. Betapa sulitnya menjadi restoran “terbaik di kota”, wong rasa itu hal yang subyektif. Akan lebih mudah (dan efektif) jika Anda berusaha menjadi restoran yang wajib didatangi untuk makan sup kimchi yang enak, misalnya.

Munculkan Kepribadian Anda

Ketika Anda mempunyai family business, kepribadian Anda dapat mempengaruhi brand Anda. Dengan memasukkan unsur-unsur kepribadian Anda di berbagai aspek bisnis Anda, secara tidak langsung Anda menciptakan sebuah usaha yang unik.

Salah satu contohnya adalah klien kami, Masterr Singapore. Dengan menekankan unsur homemade dan kecintaan pemilik terhadap es krim, Masterr Singapore kini menjadi jujugan pecinta kuliner untuk mendapatkan es krim potong yang enak sekaligus terbuat dari bahan-bahan terbaik.

Bersiaplah Menghadapi Perubahan

Semua hal di dunia ini pasti berubah, termasuk pasar. Bisa jadi customer tak lagi suka dengan produk yang selalu mereka beli. Saat momen ini tiba, Anda harus siap untuk merevisi USP Anda.

Jika dulu Anda memulai bisnis Anda tanpa banyak memikirkan tentang USP Anda, jangan khawatir. Anda masih bisa memperbaiki USP Anda tanpa harus meninggalkan bisins Anda. Yang penting, sekarang Anda sudah tahu cara memanfaatkan keunikan Anda untuk menarik calon customer.

FULLSTOPPERS, apakah USP Anda? Yuk bagikan komentar Anda di halaman Facebook kami!