Image of Membedakan Antara Visi dan Misi Brand Anda

Membedakan Antara Visi dan Misi Brand Anda

Masih ingat dengan tulisan saya minggu lalu tentang pentingnya visi? Seorang rekan saya merespon baik post tersebut. Kebetulan yang bersangkutan adalah penerus bisnis keluarga yang dirintis oleh sang ayah, dan baru-baru ini berkutat dalam usaha memperkuat brand bisnisnya.

Rekan saya menilai bahwa adanya vision statement sangat membantu dia untuk memperjelas tujuan perusahaan. Namun, ia mengaku masih kesulitan membedakan antara visi dan misi.

Hal ini bisa dimaklumi karena visi dan misi hampir selalu sepasang. Tapi, keduanya punya sedikit perbedaan.

Apa bedanya visi dan misi?

Visi menjelaskan apa yang ingin dicapai oleh perusahaan di masa depan, sedangkan misi menggambarkan apa yang ingin dilakukan oleh perusahaan saat ini. Jika visi Anda menginspirasi orang untuk bermimpi, maka misi Anda harus memotivasi mereka untuk bertindak.

Singkatnya, misi adalah cara Anda merealisasikan visi Anda. Dalam misi tertuang tiga hal penting tentang bisnis Anda, yaitu: APA yang Anda ciptakan, untuk SIAPA Anda menciptakan produk Anda, dan BAGAIMANA Anda menciptakan produk Anda.

Tujuan dari adanya mission statement adalah untuk mengarahkan operasional sehari-hari perusahaan. Hal ini tentu mempengaruhi cara Anda melakukan branding dan culture perusahaan. Selain itu, mission statement membantu karyawan Anda mengetahui gol jangka pendek mereka dan memaklumi keputusan-keputusan perusahaan.

Mana yang harus didulukan: visi atau misi?

Jawabannya tergantung dengan kondisi perusahaan Anda. Jika Anda membentuk perusahaan baru atau Anda ingin merombak layanan Anda, visi harus dipertajam dahulu. Vision statement inilah yang akan menentukan mission statement serta strategi bisnis Anda nantinya.

Sebaliknya, perusahaan yang sudah berjalan biasanya sudah punya misi yang sesuai dengan kondisi perusahaan. Tinggal melakukan cek ulang saja, apakah visi yang lama masih relevan? Kalau tidak, misi yang sudah berjalan bisa dijadikan panduan untuk mempertajam vision statement dan rencana strategis untuk ke depannya.

Apa misi bisa berubah?

Tidak ada pakem yang menentukan kalau mission statement tidak bisa berubah. Pada kenyataannya, pasar selalu dinamis dan bisa jadi customer Anda tidak memberikan respon sesuai harapan Anda. Karena itu, sah-sah saja merevisi mission statement supaya perusahaan Anda bisa menjadi lebih baik.

Sebagai ilustrasi, Facebook dulunya memposisikan diri sebagai “direktori online yang menghubungkan orang-orang lewat jaringan sosial di kampus-kampus”. Namun, seiring dengan perubahan jaman dan perilaku sosial, kini Facebook “memberikan kuasa bagi setiap orang untuk berbagi dan membuat dunia lebih terbuka dan terhubung”.

Kesimpulan

Visi dan misi adalah sepasang elemen yang saling melengkapi, tapi tidak sama. Jika visi menggambarkan mimpi yang ingin Anda capai, maka misi adalah cara Anda mencapai mimpi tersebut. Keduanya penting untuk membesarkan bisnis dan brand Anda.

FULLSTOPPERS, apakah visi dan misi Anda? Yuk, berbagi di halaman Facebook kami