Image of Marketing Behaviors We Will See in 2019

Marketing Behaviors We Will See in 2019

Indonesia sebagai negara berkembang boleh ketinggalan 5-10 tahun dari negara lain secara pembangunan dan infrastruktur. Tapi dunia branding Indonesia tidak bisa dianggap remeh, terutama di sektor digital marketing. User atau pengguna internet di Indonesia yang jumlahnya sangat banyak ini otomatis mendorong cepatnya pergerakan dunia digital branding Indonesia.

Di tahun 2019, kira-kira apa saja yang perlu diperhatikan agar brand Anda tidak ketinggalan? Berikut adalah beberapa hal yang sudah terjadi di tahun 2018 dan diperkirakan akan tetap terjadi dengan manner yang sedikit berbeda pada tahun ini:

Instagram is still powerful

Instagram masih akan sangat populer di tahun 2019. Kemudahan penggunaan aplikasi berbasis foto dan video ini masih menjadi daya tarik utamanya dan masih menjadikannya platform branding/ marketing yang relatif murah, mudah, dan kena sasaran. Instagram juga secara aktif melakukan update fitur-fitur yang ditawarkan sehingga pengguna selalu merasa ada hal baru. Meski IG TV terkesan ‘gagal’, dengan berkembangnya kreativitas para content creators, there’s a chance that it might just soar.

Influencers are here to stay

There will still be influencers. Hell, there will be more. What might change is how brands will utilize them. Pelaku marketing akan semakin cerdik dalam memilih influencers. Belajar dari pengalaman beberapa tahun terakhir, sebagian brand dan pelaku marketing telah menguasai ‘how to influence the influencers’. Brand akan mengontrol dan memanfaatkan influencers dengan sistem manajemen yang lebih terarah dan targeted. Artinya, influencers dengan fake followers atau ‘yes to all’ attitude akan pelan-pelan tersingkir (or so we hope!).

Video, video, video!

Instagram dan YouTube adalah 2 media yang sangat berpengaruh di dunia branding Indonesia. Tentu kita semua tahu bahwa keduanya memiliki content video. Bahkan YouTube hanya menampilkan video. Content yang dikemas dalam bentuk video akan menjadi semakin high demand. Hal ini dikarenakan informasi dalam bentuk video relatif lebih mudah dipahami dan cepat tersampaikan; dan brand bukan lagi memaksa audiens untuk melihat, tapi kita akan berusaha menjadi ingin dilihat. Brand akan berlomba-lomba membuat content video yang berbeda untuk menarik perhatian pengguna.

Anything mobile friendly, please!

Tahun 2019, segalanya akan menjadi lebih cepat. Belum lagi, 5G akan segera hadir. Segalanya akan bergerak dan segalanya akan bergerak cepat. Website dan aplikasi akan cenderung diakses melalui ponsel dan desktop akan semakin ditinggalkan. Jadi sebaiknya segala informasi dan interaksi yang Anda lakukan secara digital dibagikan pada aplikasi atau website yang mobile-friendly.

Itu tadi hal-hal yang sudah terjadi dan akan tetap terjadi di tahun 2019. Lalu apa hal baru yang dapat kita saksikan? Ada dua hal yang kami di FULLSTOP perkirakan akan mengalami perubahan yang cukup signifikan di tahun ini:

We will finally see collaboration between sales and marketing

Hal ini sudah samar kita rasakan di tahun 2018 hanya saja yang terjadi adalah kedua belah pihak masih berusaha memahami satu sama lain. Nah, pada tahun 2019 kami memperkirakan keduanya akan saling memahami dan berjalan bersama. Karena pada akhirnya dunia branding Indonesia disadarkan bahwa branding bukan hanya soal visual dan marketing bukan hanya soal viral, segalanya kembali ke sales. Sebaliknya, sales pun telah merasakan dampak branding yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Kita akan melihat brand-brand yang mulai memahami hal ini dan menerapkan sistem yang mensinergikan kedua bagian ini dan berhasil.

Chatbots will become important part of the business

Chatbots atau dapat juga disebut virtual customer service akan menjadi bagian penting di dunia marketing di tahun ini. Sebenarnya teknologi ini sudah ada sejak tahun lalu. Tapi pada tahun ini penggunaannya akan menjadi norma dan chatbots akan menggantikan tenaga customer service oleh manusia. Semakin banyak brand akan menggunakan aplikasi dengan program kecerdasan yang mampu berkomunikasi dengan pelanggan ini. Terang saja, menggunakan chatbots bisa dianggap lebih murah dari tenaga manusia dan dapat meminimalisasi kesalahpahaman karena respon diprogram sesuai permintaan pelanggan. Demikian juga dari sisi konsumen, respon cepat dan informasi jelas serta konsisten.

Nah, setelah kita mempelajari beberapa tren dan pola yang diperkirakan akan terjadi di tahun 2019, pertanyaan selanjutnya adalah: Apakah brand Anda siap?