Image of The Integrated People Behind Integrated Branding

The Integrated People Behind Integrated Branding

Masih ingat pepatah lama yang mengatakan bahwa bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh? Makna dari kalimat ini secara garis besar diartikan bahwa suatu pekerjaan bila dikerjakan bersama akan selesai lebih cepat daripada dikerjakan seorang diri. Hal ini dalam dunia branding, terutama di Indonesia, sangat berarti besar ketika sampai pada tujuan untuk membangun brand yang besar dan dikenal baik oleh masyarakat di Indonesia.

Kenapa demikian? 

Bicara mengenai kerjasama atau teamwork di dunia branding, khususnya branding secara keseluruhan atau integrated branding, jelas bukan bicara tentang siapa yang menjadi bintang dan yang harus mendapat kredit atas karyanya yang digunakan di balik berkembangnya suatu brand, melainkan menyangkut siapa saja tim yang berkolaborasi menciptakan karya agar proses branding itu dapat terlaksana dengan baik. Seperti contohnya, seorang desainer grafis dalam sebuah agensi brand tidak akan pernah cukup untuk menjadikan proses branding itu terlaksana sekalipun hasil karyanya sangatlah baik dan memiliki nilai estetika yang tinggi. Butuh penggerak di bidang lain untuk turut serta mengembangkan brand tersebut seperti copywriter, photographer, social media strategist, dan segala aspek lain yang dibutuhkan dalam proses branding mulai dari penyusunan strategi, implementasi, hingga pesan yang dibuat akhirnya sampai ke konsumen dengan tepat.

Sebaliknya, bila salah satu fungsi tidak berjalan, maka dipastikan proses branding tidak akan memperoleh hasil maksimal dan tujuan besarnya tidak akan tercapai. Untuk itu, proses kerjasama yang kolaboratif dan saling mendukung satu sama lain sangatlah dibutuhkan untuk membentuk branding yang baik dan dapat dikenali dengan mudah oleh masyarakat.

Kerjasama adalah kunci segalanya. Bukankah demikian, FULLSTOPPERS?