Image of Inilah 3 Cara untuk Mengetahui Kelemahan Brand Anda

Inilah 3 Cara untuk Mengetahui Kelemahan Brand Anda

Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Begitu juga dengan brand. Walau branding strategy Anda terlihat cermat, setiap brand punya kelemahan masing-masing.

Definisi kelemahan di sini adalah elemen-elemen bisnis yang pada kenyataannya tidak sesuai dengan harapan Anda ataupun customer Anda. Contohnya: operating cost yang terlalu tinggi, kurangnya inovasi produk, SDM yang kurang berpengalaman, dan sebagainya.

Ada sebuah pepatah tua dalam bahasa Inggris yang saya suka: “A chain is only as strong as its weakest link.” Artinya, kekuatan seutas rantai diukur dari mata rantai itu yang paling lemah.

Nah, apa Anda sudah tahu mana saja mata rantai Anda yang lemah? Jika jawabannya belum, ada 3 pertanyaan yang dapat membantu Anda:

1. Apa komentar customer yang kecewa dengan brand Anda?

Customer yang pernah kecewa dengan produk atau pelayanan Anda adalah narasumber penting untuk mengetahui kelemahan brand Anda. Carilah tahu pendapat mereka tentang brand Anda, dan hal apa saja yang membuat mereka tidak puas.

Buka telinga lebar-lebar dan jangan terburu-buru membela diri. Kalau perlu, sempatkan untuk melakukan review terhadap email, kontak di media sosial, laporan customer service, catatan telepon, dan sebagainya.

Dari data-data ini, Anda dapat menganalisa di mana kelemahan brand Anda dan dampaknya terhadap perilaku customer. Apakah kelemahan Anda akan membuat calon customer baru lari ke kompetitor?

Anda juga bisa sekaligus melihat apa Anda sudah maksimal dalam mengumpulkan data tentang customer Anda. Jika data yang Anda punya masih dirasa kurang lengkap, mungkin sudah waktunya Anda menerapkan sistem yang baru.

2. Seandainya Anda di pihak kompetitor, strategi seperti apa yang akan Anda pakai untuk menjatuhkan brand Anda?

Bayangkan jika hari ini Anda bekerja untuk kompetitor Anda. Apa yang akan Anda lakukan untuk mengalahkan brand Anda sendiri? Sisi apa yang akan Anda serang dan mengapa?

Sudut pandang yang berbeda ini bisa membantu Anda mendapatkan insight yang sebelumnya terlewatkan. Jangan lupa: kompetitor riil Anda saat ini bisa jadi sedang memikirkan hal yang sama.

3. Kalau Anda diberi kesempatan untuk mengubah tiga hal tentang brand Anda tanpa peduli waktu atau sumber daya, apa saja yang akan Anda ubah?

Cobalah ambil waktu sejenak untuk memikirkan tiga perubahan yang bisa berdampak besar terhadap bisnis Anda, entah itu terhadap penjualan, brand image, atau tingkat kepuasan customer. Dari tiga hal ini, Anda dapat melihat apa saja yang harus Anda tingkatkan untuk membuat brand Anda lebih baik.

Ahli strategi asal Tiongkok, Sun Tzu, pernah berkata, “Kenalilah dirimu dan kamu bisa memenangkan semua pertempuran.” Bukan cuma kekuatan, tapi mengetahui kelemahan brand Anda akan membantu Anda menyusun brand strategy yang efektif. Sehingga brand Anda pun akan menjadi lebih kuat.

FULLSTOPPERS, sudahkan Anda mengetahui kekuatan dan kelemahan brand Anda? Yuk bagikan komentar Anda di halaman Facebook kami!