Image of How to Make Your Family Business Stands for Quite a Long Time?

How to Make Your Family Business Stands for Quite a Long Time?

Dalam membangun sebuah bisnis keluarga, ada banyak cerita kegagalan yang terjadi. Salah satu alasan yang paling sering muncul adalah tidak adanya generasi penerus yang bersedia untuk melanjutkan bisnis tersebut dan perbedaan pendapat. Karena perbedaan generasi, si anak / keturunan berikutnya menganggap kalau bisnis itu sudah dianggap kuno dan tidak jaman lagi sehingga mereka tidak memiliki ketertarikan yang kuat dengan bisnis tersebut. Selain itu masih ada banyak juga alasan lain yang muncul seperti perbedaan sudut pandang dan cara pikir antar generasi yang kerap menjadi masalah. Untuk menghindari hal-hal tersebut di kemudian hari, apa saja yang perlu dipersiapkan?

  1. Make a clear working plan
    Pada saat awal dalam tahap merintis bisnis, tentu saja business owner harus membuat perencanaan kerja. Dalam perencanaan ini, Anda harus tahu jelas bidang apa yang sedang ditekuni dan bagaimana strategi untuk muncul di permukaan dan melawan kompetitor. Selain itu, pembagian struktur organisasi dan  jobdesc masing-masing anggota keluarga juga harus dibagi dengan jelas pada tahap ini. Untuk bisnis jangka panjang, tentu saja dibutuhkan regenerasi yang dalam puluhan tahun ke depan akan melanjutkan bisnis ini.
  1. Pengelolaan SDM
    Secepat mungkin Anda harus memberikan pengelolaan SDM yang adil dan efektif pada setiap anggota keluarga yang terlibat. Sehingga sejak awal, keluarga dapat sebisa mungkin dibuat memiliki 1 prinsip dan pemahaman strategi yang sama. Selain visi dan misi, pemahaman tentang product knowledge juga penting untuk lebih memudahkan saat nantinya sudah masuk ke sistem kerja. Selanjutnya, jika nanti memang dibutuhkan untuk memberikaan pengelolaan SDM pada karyawan yang lain, inti dari pengajaran yang disampaikan oleh masing-masing anggota akan menjadi selaras.
  1. Pisahkan urusan di kantor dan di rumah
    Setiap harinya kita akan bertemu dengan sesama anggota keluarga berulang kali. Sehingga sebisa mungkin, saat jam kerja berakhir, tinggalkan semua urusan kantor dan tidak membawanya pulang ke rumah. Masalah-masalah di kantor yang berhubungan dengan kinerja dan juga klien bisa menjadi masalah yang cukup sensitif dan justru menjadi faktor utama terjadinya konflik dirumah.
  1. Komunikasi
    Unsur ini terlihat sepele, tetapi sebenarnya justru yang terpenting. Saat bekerja, Anda harus terus menerus melakukan komunikasi untuk memperjelas setiap hal yang kita kerjakan. Selain itu, komunikasi yang baik juga bisa menghindarkan keluarga dari kesalahpahaman yang bisa terjadi. Hal yang juga tidak kalah penting adalah kejujuran dan keterbukaan pikiran. Jangan pernah berpikir untuk berbohong maupun berbuat curang dalam sebuah family business, karena dampaknya bukan hanya bisa terjadi pada diri kita sendiri, tetapi juga menyangkut kelangsungan bisnis dalam jangka panjang. Hal-hal seperti ini dapat dihindari apabila sedari awal, setiap orang yang terlibat memiliki misi dan tujuan yang sama terhadap brand dan bisnis yang dikelola. Jika semua pihak memiliki harapan dan tujuan yang sama, perbedaan pendapat yang terjadi adalah proses untuk maju, bukan untuk memenuhi kepentingan masing-masing. Karena itulah, komunikasi yang terbuka sangatlah diperlukan.