Image of How to Make An Effective Mood Board

How to Make An Effective Mood Board

Kamu pernah  nggak lagi jalan di supermarket, lalu tiba-tiba terkesima dengan satu produk yang kemasannya menarik? Atau kamu pernah memutuskan untuk beli sebuah merchandise yang menurutmu desainnya unik banget? Atau jangan-jangan, saat sedang berkendara, kamu sering memperhatikan banner atau spanduk di pinggir jalan, terus menebak apa kira-kira jenis font yang dipakai, atau apa yang menginspirasi dibuatnya desain-desain tersebut.

Well, jika jawabannya ‘iya’, maka ini menunjukkan bahwa kita secara nggak sadar selalu mencari inspirasi di mana pun dan kapan pun kita berada. Ketika sedang mencari ide otak akan berusaha ‘memanggil’ kompilasi dari berbagai macam memori yang pernah dilihat, didengar, atau dirasakan. Ini merupakan cara alami yang prosesnya terjadi secara otomatis. Nah, di dunia desain, fotografi, dan bahkan branding di Indonesia, selain brainstorming kita juga mengenal satu alat bantu yang sering sekali diaplikasikan untuk mengumpulkan ide-ide yang bisa menginspirasi.

Yup, kita sedang membicarakan mood board. Mood board (kadang disebut juga inspiration board) adalah kumpulan ide yang biasa digunakan sebagai referensi dalam interior design, fashion, atau graphic design. Bentuk mood board sendiri bisa bermacam-macam, seperti kumpulan foto, ilustrasi, desain, color palettes—atau apa pun yang dapat membantu mengarahkan project yang sedang kita buat. Simpelnya, mood board bagi designer atau photographer itu bak buku resep bagi orang-orang yang suka masak.

Adanya mood board akan membantu dua belah pihak—kita sebagai designer dan klien. Bagi desainer, membuat moodboard mengefisiensikan waktu. Kita sudah mengumpulkan ide-ide dan inspirasi sebelum memulai mengerjakan desain, sehingga menipiskan kemungkinan kita akan bengong di depan layar dengan alasan sedang buntu ide. Bagi klien pun, mood board akan membantu mereka memahami ide yang kita tawarkan secara lebih jelas. Dengan begitu, klien punya kesempatan untuk memberikan feedback atau masukan sebelum kita benar-benar mengerjakan project tersebut.

Nah, FULLSTOPPERS, lantas bagaimana caranya membuat mood board yang efektif sehingga bisa membantu kita dalam mengembangkan branding di Indonesia?

Tentukan jenis mood board

Mana yang lebih kamu sukai? Membuat mood board dari kumpulan foto dan desain di internet atau menggambarnya sendiri? Tak ada salahnya untuk memilih mood board digital atau pun mood board fisik, asal selalu sesuaikan dengan kebutuhan kita. Jika kita membuat mood board dengan metode yang kita sukai, maka hasilnya pasti akan lebih mudah dipahami oleh klien.

Pikirkan ukuran dan bentuknya

Proporsi ukuran dan bentuk elemen-elemen pada mood board akan merefleksikan seberapa penting elemen tersebut. Tonjolkan elemen yang menurutmu paling penting, mungkin seperti close up muka untuk shooting video atau detail produk untuk life still photography. Menentukan proporsi elemen mood board akan membantu kita tetap fokus dengan konsep yang telah dibuat.

Pemilihan warna harus hati-hati

Berhati-hatilah dalam menentukan color palette karena itu akan memengaruhi keseluruhan mood board. Pilih style yang spesifik dan jelas, lalu dukung dengan warna-warna yang bisa membantu menggambarkan style secara lebih gamblang. Misalnya, jika Anda ingin memfoto makanan, maka pilihlah warna-warna yang cerah dan netral seperti coklat atau hijau muda.

Selalu carilah inspirasi

Prinsip pertama, membuat mood board sama halnya dengan mengumpulkan inspirasi. Prinsip kedua, insipirasi bisa didapatkan dari mana saja. Jadi, tak ada salahnya untuk jalan-jalan sebentar saat dirasa sudah suntuk duduk di depan komputer. Atau jika kamu merasa terlalu berdosa untuk keluar ruangan, kamu bisa rebahan sambil browsing konten-konten ringan melalui smartphone. Percaya deh, kalau kamu terus aktif mencari hal-hal yang menarik, kamu akan kaget sendiri saat tiba-tiba tak sengaja mendapat inspirasi.

Itu tadi beberapa tips yang bisa diaplikasikan untuk membuat mood board yang efektif. Bagaimana, FULLSTOPPERS? Sudah siap membuat mood board untuk menggembangkan branding di Indonesia?