Image of How Brand Makes Emotional Connections

How Brand Makes Emotional Connections

“A brand is worthless if it doesn’t connect with the right audiences in a relevant way.”

Bicara mengenai ‘branding’ itu memang sangat luas. ‘Branding’ tidak cukup dipahami dari sekadar logo, packaging, tempat, bahkan seragam atau website yang berdiri sendiri saja. ‘Branding’ merupakan pengalaman keseluruhan yang harus dinikmati oleh customer atau audiens yang menikmati brand tersebut.

Tentu saja, kita sebagai audiens juga mampu menilai berbagai ‘brand’ yang berhasil merebut perhatian kita. Ketika proses itu terjadi, sebenarnya ada keterikatan emosional yang berhasil diciptakan oleh ‘brand’ sehingga kita sebagai customer ataupun audiens merasa terhubung dengan relevan. Akhirnya, mereka memutuskan untuk mempercayai ‘brand’ tersebut.

Mari kita mencoba mengingat-ingat soal ‘brand’ yang lekat di hati dan pikiran kita dan bagaimana ‘brand’ tersebut bisa menjadi sukses terhubung dengan audiensnya.

  1. ‘Brand’ sangat unik dan mudah dikagumi
    Tentu saja, brand yang unik dan mudah dikagumi memiliki karakteristik yang jelas dan tidak mudah dilupakan. Sebut saja brand Apple yang mudah dikenal orang dengan design yang sleek, elegan, dan pionir teknologi yang hebat dan penuh inovasi. Launching iPhone selalu digelar dengan grand dan mewah sehingga pasar peminat teknologi akan menggemari iPhone sebagai produk masterpiece dari brand Apple. 
  1. ‘Brand’ merepresentasikan nilai-nilai yang ingin dicapai audiensnya
    Disney berhasil mengajak seluruh orang di dunia berpikir bahwa taman hiburan Disneyland adalah tempat paling bahagia sedunia. Disney sendiri memiliki slogan ‘make dreams come true’. Siapa sih yang tidak menikmati cerita-cerita Disney di masa kecilnya? Nah, nilai ini yang terus dipromosikan oleh Disney (The Walt Disney Company) sejak kemunculannya di tahun 1923 hingga saat ini. Tokoh, cerita, hingga karakter dan penyampaian emosional yang baik berhasil membuat para audiens pun merasakan secara langsung nilai-nilai yang disampaikan, tidak hanya anak-anak tetapi mereka yang juga bertumbuh dewasa dengan Disney. 
  1. ‘Brand’ membuat audiensnya merasa lebih baik
    Hair care dan skin care brand L’Oreal berhasil memukau wanita dan tentu saja dunia dengan slogan ‘Because I’m Worth It” atau “Karena Anda begitu Berharga”. Dengan ungkapan yang timeless, kuat, jujur, dan tentu saja jelas dan straight to the point membuat para wanita benar-benar percaya bahwa L’Oreal adalah brand yang dapat membuat mereka merasa dihargai dan tentu saja lebih baik. Tentu saja diikuti dengan pengalaman langsung para wanita dengan produk-produk L’Oreal yang terus berinovasi mengikuti kebutuhan mereka.
  1. ‘Brand’ secara konsisten berinteraksi dengan audiens yang tepat dan tidak mengecewakan
    Let’s Google it! Sering memakai kata itu? ‘Google’ sendiri adalah nama brand, bukan kata dari bahasa Inggris. Yup, salah satu keberhasilan brand Google hingga menjadi kata kerja bisa dibilang karena kemampuan untuk secara konsisten berinteraksi dengan audiens sebagai ‘go-to search engine’ yang kuat dengan pelayanan yang selalu berkembang dan berinovasi menjadi lebih baik. Google memulai dengan membuat algoritma dan memiliki pengukuran standar berdasarkan keywords dan ‘page titles’ dengan tampilan yang mudah dipahami!

Jika Anda memiliki sebuah brand. Sudahkah brand Anda terhubung secara emosional dengan audiens atau customer Anda secara langsung? Coba ungkapkan opini Anda lewat 4 poin di atas, yuk!