Image of Front-End Developer vs. Back-End Developer

Front-End Developer vs. Back-End Developer

Di era yang serba digital seperti saat ini, semakin banyak bisnis yang mulai memanfaatkan website sebagai sarana branding. Selain sebagai identitas perusahaan, website juga menjadi komponen penting untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan informasi terkait produk maupun jasa yang ditawarkan. Website juga dapat menjadi tempat tujuan utama ketika seseorang ingin mengetahui informasi suatu produk hingga bagaimana cara mendapatkan produk tersebut kapanpun dan di manapun mereka berada. Bahkan seringkali, website juga dapat menjadi cerminan tingkat kredibilitas dan profesionalitas suatu perusahaan yang kemudian memengaruhi keputusan pembelian dari konsumen.

Melihat pentingnya website khususnya dalam hal branding, selain peran dari web designer, tentu kita perlu tahu bagaimana peran web developer di balik pembuatan hingga pengembangan website tersebut. Setidaknya ada 2 jenis peran web developer dalam menyusun suatu website antara lain yaitu Front-End dan Back-End Developer. Apa perbedaan keduanya?

Front-End Developer

Mereka yang bekerja sebagai front-end developer adalah mereka yang bertanggung jawab terhadap tampilan luar website yang berhubungan langsung dengan pengguna atau pengunjung situs. Seorang front-end developer dituntut untuk bisa menguasai bahasa-bahasa pemrograman seperti HTML, CSS, dan JavaScript agar bisa menghasilkan layout web yang baik, menarik, dan interaktif yang membuat pengunjung bisa merasakan pengalaman menarik ketika mengunjungi website tersebut, yakni mulai dari desain, pemilihan font, warna, menu dropdown, hingga slider dan komponen-komponen lain yang mengguggah interaksi dengan pengunjung situs.

Back-End Developer

Sebaliknya, jika front-end developer bekerja untuk tampilan dari website, back-end bekerja di balik itu semua. Seorang back-end developer bertanggung jawab atas fungsi-fungsi yang mendukung agar website itu berjalan dengan optimal, seperti manajemen dari server, penguasaan database, dan lain sebagainya. Untuk itu, back-end developer dituntut untuk mampu menguasai berbagai bahasa pemograman seperti PHP, MySQL, Java, dan lain-lain.

Bila keduanya dapat bekerja dengan baik dan optimal, maka fungsi website juga akan berjalan sebagaimana yang diharapkan, yang pada akhirnya dapat membantu untuk meningkatkan nilai branding dari perusahaan terkait.