Image of Family Business dan Generasi Muda

Family Business dan Generasi Muda

Kota Surabaya sebagai kota perdagangan di Indonesia sekaligus kota terbesar kedua di Indonesia setelah ibukota Jakarta menyimpan banyak cerita soal bisnis keluarga atau family business. Bisnis keluarga sangatlah istimewa karena dipertahankan dari satu generasi ke generasi berikutnya hingga saat ini banyak bisnis keluarga sudah ditangani generasi kedua, ketiga, bahkan keempat. Inilah fakta-fakta menarik tentang family business yang wajib Anda ketahui serta peran Anda sebagai generasi muda dalam berpartisipasi:

 

  1. Pengelolaan bisnis keluarga dengan metode ke arah profesional

Di Indonesia, 95% sektor dan lahan bisnis dimiliki oleh keluarga dan tak dipungkiri bahwa model bisnis ini sudah bertahan lama di Indonesia. Sebuah perusahaan keluarga bisa menjadi sebuah usaha besar ataupun dikelola profesional. Semuanya perlu melalui proses transformasi dan transisi dari generasi pertama ke generasi kedua dan selanjutnya. Melihat peluang yang besar secara kuantitas ini, kalangan muda tentu dapat mempelajari perusahaan-perusahaan besar yang dibangun melalui model bisnis keluarga. Terlebih bagi kalangan muda yang aktif dalam berbagai organisasi, mereka dapat memanfaatkan kemampuan dan pengalamannya untuk menjalin kerjasama dengan bisnis keluarga yang ada dan sudah menuju ke arah profesional.

 

  1. Menyeimbangkan nilai-nilai di dalam keluarga

Keterlibatan generasi muda di dalam bisnis keluarga adalah perlu. Antusiasme yang tinggi dan pembelajaran yang kuat di dalam diri generasi muda dapat berpengaruh besar di dalam bisnis keluarga. Mereka ini dapat meningkatkan kemampuan leadership berasaskan family values yang lebih kuat, serta dapat menumbukan sifat kewirausahaannya secara kolektif dimulai dari keluarga. Pemahamannya pun akan jauh lebih dalam. Perlu diingat, sikap tunduk pada otoritas yang berlaku dan generasi yang lebih awal perlu dimiliki supaya leadership juga memiliki tanggung jawab!

 

  1. Lebih Menantang dan Memberi Pengalaman

Dalam model bisnis keluarga, nilai-nilai yang ada akan berbeda dengan nilai bisnis pada umumnya. Nilai-nilai yang ditekankan dalam keluarga adalah inward looking, berdasarkan emosi, juga lifelong membership. Sedangkan nilai-nilai yang ditekankan dalam bisnis adalah outward looking, seperti berdasarkan tugas. Persoalan inilah yang dapat menjadi tantangan khususnya bagi kalangan muda untuk dapat menselaraskan nilai-nilai tersebut agar berjalan dengan baik tanpa ada ketimpangan nilai dan permasalahan lainnya yang mungkin muncul, sehingga matching process, penyelarasan (alignment) antara keinginan keluarga dan business requirements, itu sangat diperlukan. Tentunya proses ini akan menantang bagi setiap generasi muda yang meneruskan bisnis keluarga. Namun, bukan hal yang sulit dijalani jika ada komunikasi akan nilai-nilai yang tentunya berfondasi dari visi yang sudah disepakati bersama.

Jika Anda adalah salah satu generasi yang terlibat dalam bisnis keluarga, poin-poin di atas bisa menjadi acuan yang penting!