Image of 5 Tips Untuk Survive dalam Family Business

5 Tips Untuk Survive dalam Family Business

Minggu lalu, saya membahas beberapa tantangan dalam family business management. Termasuk di antaranya adalah visi yang tak selaras, memisahkan emosi dari pekerjaan, hingga pembagian peran yang tidak jelas.

Nah, yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah bagimana cara mengatasi masalah-masalah ini? Kali ini, saya ingin berbagi beberapa tips survival saat bekerja dengan anggota keluarga sendiri.

1. Utamakan komunikasi

Dalam bisnis keluarga maupun profesional, komunikasi adalah hal terpenting. Jika semua pihak yang terlibat dalam bisnis tidak mau transparan dan lebih suka memendam masalah sendiri-sendiri, saya jamin bisnis Anda tidak akan bertahan lama.

Usahakan untuk selalu mengkomunikasikan semua masalah dengan jelas. Jangan menunda-nunda karena justru akan membuat keadaan semakin rumit.

2. Pisahkan masalah pribadi dari pekerjaan

Saat Anda terlibat dalam family business, terkadang sulit untuk benar-benar melepaskan diri dari pekerjaan. Tapi, Anda harus ingat bahwa waktu bersama keluarga Anda juga penting.

Hindari diskusi bisnis saat Anda sedang di rumah atau hang out bersama keluarga. Jangan pula membawa pulang masalah dari tempat kerja. Dan, jika sampai terjadi konflik profesional dengan anggota keluarga, pastikan bahwa masalah tersebut hanya sebatas profesional saja. It’s nothing personal.

3. Tegaskan peran setiap anggota yang terlibat

Cukup banyak keluarga yang buru-buru membangun start-up tanpa menegaskan tanggung jawab masing-masing anggota yang terlibat. Pembagian peran yang jelas di awal akan mengurangi resiko munculnya konflik kekuasaan. Selain itu, adanya job description akan membantu setiap orang untuk fokus terhadap pekerjaannya.

4. Buatlah goal yang jelas

Sebelum melangkah lebih lanjut, ada baiknya bila semua anggota keluarga yang terlibat tahu arah mana yang akan dituju. Bila perlu, buatlah goal bersama dan komunikasikan secara transparan apa saja harapan Anda di masa depan. Target yang jelas akan memudahkan setiap orang untuk menilai performance diri sendiri, dan menjadi pemicu semangat dalam bekerja.

5. Jangan menyepelekan kontrak

Tips terakhir ini biasanya sulit diterima karena berbagai alasan: sudah percaya dengan keluarga sendiri, enggan berurusan soal hukum, dan lain-lain. But trust me, you need clear legal agreements in place from day one, even in a family business.

Sebaik apapun niat Anda, kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Dan saya yakin tidak ada orang yang mau hubungan keluarganya memburuk karena masalah uang. Adanya perjanjian hukum yang jelas akan sangat membantu apabila suatu saat nanti muncul konflik dalam perusahaan.

FULLSTOPPERS, tips-tips ini adalah hasil observasi pribadi saya selama membangun sebuah creative branding agency, yang diambil dari pengalaman bekerja dengan berbagai klien. Mudah-mudahan bermanfaat untuk Anda. Jika Anda ingin berbagi cerita tentang pengalaman Anda sendiri dalam family business management, jangan sungkan meninggalkan komentar di halaman Facebook kami.