Image of 5 Tantangan Yang Dihadapi Oleh Family Business

5 Tantangan Yang Dihadapi Oleh Family Business

Memiliki bisnis keluarga itu menyenangkan. Di saat orang lain harus meninggalkan keluarga selama berjam-jam di kantor, Anda justru menghabiskan waktu bersama orang terdekat. Dedikasi dan energi yang Anda keluarkan saat bekerja pun tidak terasa sia-sia karena dampaknya langsung dirasakan oleh keluarga Anda sendiri.

Di sisi lain, menjalankan bisnis keluarga juga memiliki tantangan tersendiri. Kebetulan, saya banyak bekerja dengan family business owner sehingga saya bisa melihat langsung perjuangan mereka.

Nah, apa saja tantangan yang dihadapi oleh bisnis keluarga? Ada lima masalah yang menurut saya paling menyulitkan.

1. Visi yang tak selaras

Semua bisnis tentu ingin maju. Hanya saja, kadang sulit menyamakan pendapat tentang arah yang ingin dituju.

Masalah ini terutama dialami oleh bisnis keluarga yang sudah mulai lintas generasi. Latar belakang usia dan pendidikan yang berbeda membuat founder dan penerusnya memiliki ambisi yang berbeda pula. Jika perbedaan ini tidak segera diselesaikan, perusahaan yang akan kena imbasnya.

2. Sulit memisahkan emosi dari pekerjaan

Anda mungkin pernah mendengar istilah, “It's nothing personal, it’s just business.” Well, saat Anda berkutat dengan bisnis keluarga, semuanya terasa personal. Sulit sekali memisahkan emosi dari pekerjaan saat Anda mencurahkan seluruh energi dan waktu membesarkan bisnis Anda.

Sulitnya mengendalikan perasaan ini akan lebih terasa saat Anda harus bekerja dengan anggota keluarga sendiri. Tak jarang, saya menerima curhat dari teman yang tersinggung karena kritik “Papa Boss” dirasa terlalu pedas. Dinamika perasaan seperti inilah yang mengganggu kelancaran bisnis keluarga.

3. Nepotisme

Saya yakin bahwa banyak founder yang ingin bisnisnya diteruskan oleh keluarga sendiri. Sehingga, tidak sedikit dari mereka yang mengajak anak atau saudaranya turut berperan dalam operasional perusahaan.

Masalah timbul saat founder mengistimewakan anggota keluarga. Bisa jadi si anggota keluarga diberi bonus berlebih atau tidak mendapatkan sanksi yang sama dengan karyawan lain.

Sikap pilih kasih ini akan menciptakan culture yang buruk dalam perusahaan. Karyawan pun akan ogah-ogahan bekerja karena merasa tidak dihargai.

4. Pembagian tanggung jawab tidak jelas

Dalam bisnis keluarga, biasanya seluruh anggota cenderung dilibatkan dalam perusahaan. Yang harus dikhawatirkan adalah apabila pembagian pekerjaan tidak jelas sehingga timbul overlap tanggung jawab. Jika dibiarkan terus menerus, kondisi ini nantinya akan menimbulkan konflik kekuasaan.

5. Tidak ada rencana peralihan generasi

Salah satu hal yang terkadang dilupakan oleh para family business owner adalah menyiapkan rencana yang matang untuk pergantian pimpinan. Apa yang harus dilakukan jika ada lebih dari satu calon pengganti yang layak? Dan sebaliknya, apa yang harus dilakukan jika tidak ada yang mau meneruskan bisnis keluarga? Beberapa pertanyaan inilah yang harus dijawab sebelum masa transisi tiba.

FULLSTOPPERS, bagaimana dengan bisnis keluarga Anda? Pernahkah Anda mengalami masalah yang serupa? Kirimkan komentar Anda di halaman Facebook kami!