Image of 5 Kunci Membangun Brand Loyalty Anda

5 Kunci Membangun Brand Loyalty Anda

Pernahkah Anda mencari tahu alasan seorang customer memilih brand Anda? Menurut guru marketing dunia Philip Kotler, ada empat tipe customer, yaitu:

  • Hardcore Loyals, yang selalu membeli dari brand yang sama.
  • Split Loyals, yang setia terhadap dua hingga tiga brand.
  • Shifting Loyals, yaitu customer yang sering berpindah brand.
  • Switchers, yaitu mereka yang tidak setia terhadap brand manapun dan cenderung membeli produk berdasarkan promosi semata.

Biasanya, sebagian besar customer suatu brand termasuk dalam tiga tipe terakhir. Sisanya (sekitar 20%) adalah loyalis brand, atau yang biasa disebut brand evangelist.

Berbeda dengan customer kebanyakan yang membeli sebuah produk selama kriterianya terpenuhi (misalnya, harga harus yang termurah), para brand evangelist ini cinta mati terhadap brand yang dipilihnya. Mereka akan tetap membeli dari brand yang sama tanpa peduli faktor-faktor seperti harga dan kendala stok. Para brand evangelist juga akan secara sukarela merekomendasikan brand yang mereka sukai kepada teman dan sanak saudara, alias marketing secara word of mouth.

Kesetiaan terhadap sebuah brand ini terjadi bukan karena tidak sengaja. Sebaliknya, brand yang punya banyak pengikut setia adalah brand yang dengan giat mencari tahu dan memenuhi kebutuhan customer-nya.

Keuntungan Membangun Brand Loyalty

Semua perusahaan ingin brand-nya dikenal oleh customer, tapi pada kenyataannya masih banyak yang kesulitan membangun brand loyalty. Ada juga orang-orang yang menganggap bahwa mencari customer baru lebih mudah daripada menjaga customer lama.

Well, membangun brand loyalty memang butuh usaha. Tapi, hasilnya akan sangat terasa. Pernah dengar Zappos? Saat ini, Zappos adalah vendor online sepatu dan pakaian terbesar di Amerika Serikat. Omzet Zappos per tahunnya mencapai $1 milyar walaupun budget untuk iklan “hanya” $18 juta. Hal ini disebabkan hampir 75% keuntungan mereka berasal dari repeat sales.

Perusahaan yang pintar bisa bertumbuh pesat dengan memanfaatkan kekuatan brand evangelist mereka.

5 Kunci untuk Membangun Brand Loyalty

Oke, sekarang kita tahu kalau brand loyalty itu penting. Tapi bagaimana cara membangunnya? Ada lima kunci yang bisa Anda gunakan:

1. Cari tahu kebutuhan hidup apa yang ingin dipenuhi oleh brand Anda

Psikolog Abraham Maslow menyatakan bahwa setiap manusia termotivasi untuk memenuhi kebutuhankebutuhan hidupnya. Jika Anda tahu kebutuhan apa yang ingin dipenuhi oleh brand Anda, akan lebih mudah untuk menyusun cerita dan strategi branding yang sesuai.

Brand Loyalty

Contoh: perusahaan komputer Apple, yang terkenal akan para fanboy-nya, memenuhi kebutuhan customer mereka akan keindahan dan aktualisasi diri.

2. Cari tahu cara brand Anda memenuhi kebutuhan customer ideal Anda

Setelah Anda mencari kebutuhan apa yang ingin dipenuhi oleh brand Anda, selanjutnya Anda harus bisa menyimpulkan solusinya. Bagaimana cara Anda memenuhi kebutuhan customer ideal Anda? Dan yang lebih penting lagi, hal unik apa yang Anda tawarkan?

Contoh: Madame Chang menawarkan makanan yang higienis dan alami bagi orang-orang yang peduli dengan kesehatan. Setiap menu dibuat dengan bahan-bahan segar dan bebas pengawet untuk menjamin kualitasnya.

3. Buatlah pesan yang mempromosikan solusi unik brand Anda

Tahap selanjutnya adalah menyusun brand message Anda. Buatlah cerita singkat yang menjelaskan cara unik Anda memenuhi kebutuhan customer.

Contoh: Masterr Singapore Ice Cream membedakan produk es krim mereka dari kompetitor dengan menekankan filosofi street food ala Singapura yang diproduksi secara rumahan dan dengan pilihan rasa yang variatif.

4. Berikan kesempatan bagi customer Anda untuk membangun komunitas mereka sendiri

Pada dasarnya, manusia adalah makhluk sosial yang suka berbagi cerita dengan orang lain. Bantulah brand evangelist Anda dengan menyediakan kesempatan bagi mereka untuk berhubungan dengan customer lain dan membangun komunitas mereka sendiri.

Contoh: Perusahaan otomotif seperti Suzuki dan Toyota biasanya punya komunitas pengguna yang aktif. Mereka sering bekerja sama dengan komunitas-komunitas ini untuk mengadakan acara khusus dan berbagi kabar terbaru seputar produk mereka.

5. Ciptakan program-program yang mencerminkan filosofi perusahaan Anda

Salah satu cara menarik brand evangelist adalah dengan menunjukkan filosofi perusahaan Anda secara gamblang. Sehingga, customer yang merasa cocok dengan filosofi tersebut akan otomatis mengikuti brand Anda.

Contoh: The Body Shop memberikan reward point bagi customer yang mengembalikan kemasan kosong ke toko untuk didaur ulang. Selain menguntungkan customer, program ini juga sesuai dengan komitmen mereka terhadap kelestarian alam.

FULLSTOPPERS, apa yang sudah Anda lakukan untuk menciptakan brand loyalty? Yuk, berbagi komentar Anda di halaman Facebook kami!